two person listening to woman standing beside poster
| |

Rumus BEP: Kunci untuk Menentukan Titik Impas dalam Bisnis

Titik impas atau Break-Even Point (BEP) adalah konsep penting dalam bisnis yang menunjukkan titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga bisnis tidak mengalami keuntungan maupun kerugian. Mengetahui BEP membantu bisnis memahami berapa banyak produk atau layanan yang harus dijual untuk menutupi biaya operasional. Artikel ini akan menjelaskan rumus BEP dan memberikan contoh penerapannya dalam bisnis.

Baca Juga : Cara Membuat Laporan Keuangan di Excel, Nggak Perlu Banyak Rumus

Apa Itu Break-Even Point (BEP)?

Break-Even Point (BEP) adalah titik di mana total pendapatan dari penjualan sama dengan total biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan. Pada titik ini, bisnis tidak menghasilkan keuntungan tetapi juga tidak mengalami kerugian. Memahami BEP sangat penting untuk perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan.

Baca Juga : 2 Cara Menghitung Modal Akhir: Teman Virgo Wajib Tahu!

Pentingnya Mengetahui Break-Even Point (BEP)

Mengetahui BEP memiliki beberapa manfaat penting bagi bisnis, antara lain:

  1. Perencanaan Keuangan
    Mengetahui BEP membantu bisnis dalam perencanaan keuangan yang lebih akurat dan efektif. Dengan mengetahui titik impas, bisnis dapat menentukan berapa banyak penjualan yang diperlukan untuk menutupi semua biaya tetap dan variabel. Hal ini memungkinkan bisnis untuk merencanakan anggaran, mengalokasikan sumber daya, dan menetapkan target penjualan yang realistis. Selain itu, perencanaan keuangan yang baik dapat membantu bisnis mengantisipasi kebutuhan modal dan mengelola arus kas dengan lebih baik.
  2. Pengambilan Keputusan
    BEP adalah alat penting dalam proses pengambilan keputusan. Dengan mengetahui titik impas, manajer dan pemilik bisnis dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait dengan harga produk, strategi pemasaran, dan pengeluaran operasional. Misalnya, jika bisnis mempertimbangkan untuk memperkenalkan produk baru atau melakukan investasi tambahan, analisis BEP dapat membantu menentukan apakah langkah tersebut akan menguntungkan atau tidak. Ini membantu bisnis menghindari risiko dan membuat keputusan yang lebih terinformasi.
  3. Evaluasi Kinerja
    Mengetahui BEP juga memungkinkan bisnis untuk mengevaluasi kinerja mereka secara lebih objektif. Dengan memantau penjualan aktual dibandingkan dengan titik impas, bisnis dapat menilai apakah mereka berada di jalur yang tepat untuk mencapai keuntungan atau perlu melakukan penyesuaian. Evaluasi kinerja ini penting untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, baik dalam hal efisiensi operasional, strategi pemasaran, atau pengelolaan biaya. Dengan evaluasi yang tepat, bisnis dapat mengambil tindakan korektif yang diperlukan untuk mencapai tujuan keuangan mereka.

Dengan demikian, mengetahui BEP memiliki beberapa manfaat penting bagi bisnis, termasuk perencanaan keuangan yang lebih baik, pengambilan keputusan yang lebih terinformasi, dan evaluasi kinerja yang lebih efektif. Memahami dan menggunakan BEP sebagai alat manajemen keuangan dapat membantu bisnis mencapai keberhasilan dan pertumbuhan jangka panjang.

Baca Juga : Panduan Praktis: Cara Menghitung Tagihan Listrik Berdasarkan Stand Meter

Rumus BEP

BEP dapat dihitung dengan menggunakan dua rumus utama yaitu berdasarkan unit dan juga berdasarkan penjualan dalam nilai mata uang.

BEP dalam Unit

Rumus untuk menghitung BEP dalam unit adalah:

  • Biaya Tetap (Fixed Costs): Biaya yang tidak berubah dengan volume produksi, seperti sewa, gaji staf tetap, dan asuransi.
  • Harga Jual per Unit (Selling Price per Unit): Harga di mana produk dijual kepada pelanggan.
  • Biaya Variabel per Unit (Variable Cost per Unit): Biaya yang berubah sesuai dengan volume produksi, seperti bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

BEP dalam Nilai Mata Uang

Rumus untuk menghitung BEP dalam nilai mata uang adalah:

Contoh Penerapan BEP

Mari kita lihat contoh penerapan rumus BEP dalam sebuah bisnis.
Contoh:
Sebuah perusahaan memproduksi dan menjual kaos dengan informasi keuangan berikut:

  • Biaya Tetap: Rp 50.000.000 per tahun
  • Harga Jual per Unit: Rp 100.000 per kaos
  • Biaya Variabel per Unit: Rp 60.000 per kaos
Jawaban 1 : Menghitung BEP dalam Unit

Pertama, kita gunakan rumus BEP dalam unit:

Ini berarti perusahaan harus menjual 1.250 kaos untuk mencapai titik impas.

Baca Juga : QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan Biaya Administrasinya

Selain Rumus BEP, Kamu Juga harus tahu Aplikasi Yang Tepat untuk Bisnismu.

Rumus BEP adalah alat penting dalam perencanaan dan analisis bisnis yang membantu memahami titik impas antara pendapatan dan biaya. Dengan menghitung BEP, bisnis dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait produksi, penetapan harga, dan pengendalian biaya untuk mencapai profitabilitas yang diinginkan. Menggunakan contoh yang diberikan, kamu dapat melihat bagaimana penerapan rumus BEP membantu dalam menentukan berapa banyak produk yang perlu dijual untuk mencapai titik impas dan merencanakan strategi bisnis yang efektif.

Untuk mengetahui apakah bisnis mu sudah mencapai BEP atau belum, tentunya kamu membutuhkan data dan informasi terkait penjualan. Aplikasi Virgo sebagai aplikasi keuangan memberikan data berupa history transaksi yang bisa dimanfaatkan untuk mengetahui berapa banyak unit yang sudah terjual dan besaran nilainya secara nominal (yang pembayarannya dilakukan melalui Virgo). 

Tentunya Virgo membantumu tidak hanya dalam perhitungan BEP, tetapi juga dalam mengelola rencana keuangan, sehingga bisnismu dapat mencapai tujuan keuangan dengan lebih mudah dan efektif. 

Ayo segera daftarkan bisnismu menjadi merchant Virgo sekarang juga dan rasakan manfaatnya bagi bisnismu! Caranya sangat mudah, kamu cukup isi form di bawah ini dan tim bisnis Virgo akan menghubungimu.